RILISJATENG.COM– Tahun 2023, sebanyak 991 calon jemaah haji asal Kabupaten Sragen yang akan berangkat ke tanah suci mengikuti pamitan haiji di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sragen Selasa (6/6/2023).
Para Jemaah haji tersebut direncanakan akan berangkat dalam 5 kloter yakni kloter 60,61,62,63 dan 95 yang akan di berangkatkan mulai hari Sabtu tanggal 10, 11 dan 21 Juni 2023.
Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Sragen Ihsan Muhadi mengatakan jumlah calon Jemaah haji yang akan diberangkatkan sebanyak 991 ditambah petugas haji daerah sebanyak 8 orang menjadi 999 jemaah.
“Jemaah yang tergabung di kloter 60 akan berangkat pada hari Sabtu (10/6)jam 18.00 WIB menuju Asrama Haji Donohudan dari Pendopo, Sragen. Sekitar 14 calon jamaah asal Boyolali bergabung dengan Jemaah Sragen. Kloter 61 full jemaah Sragen berangkat pada hari Minggu (11/6) jam 05.00 pagi. Kemudian jam 09.00 WIB kloter 62 berangkat, jam 15.00 WIB untuk kloter 63.”terang Ihsan.
Ia menambahkan sebanyak 65% Jemaah diantaranya adalah lansia untuk itu para petugas hai daerah diharapkan dapat memfasilitasi jamaah lansia.
Ia menyebutkan Jemaah haji termuda dari Sragen berumur 20 tahun atas nama Rossi Lutvia Anggraini dari Kecamatan Kedawung dan Jemaah tertua berumur 95 tahun atas nama Sunyoto dari Kecamatan Gesi.
“Para Jamaah ini telah mulai melakukan pendaftaran sejak tahun 2011 lalu yang telah mengantri lebih dari 12 tahun. Tahun ini karena ada yang tidak melunasi sehingga ada sisa kemudian menjadi cadangan sejumlah 45 jemaah masih menunggu kepastian dari pusat melalui provinsi Jawa Tengah. Dari kuota sebanyak 8000 kuota untuk Sragen mendapat susulan cadangan sebanyak 45 jemaah. Akan diberangkatkan pada kloter terakhir 21 Juni yakni kloter 95 bergabung dengan berbagai daerah.”jelasnya.
Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyatakan tema ibadah tahun ini adalah Haji ramah lansia. Hampir 65 % Jemaah yang diberangkatan ke tanah suci adalah lansia.
“Berarti banyak sekali yang berangkat itu lansia. Insha Allah yang lansia nanti malah semeleh, berserah diri sehat walafiat. Berangkat sehat pulang juga sehat.”katanya.
Kali ini Ia mengungkapkan akan memberikan sejumlah paket obat-obatan yang dapat dibawa setiap jamaah seperti antibiotik, analgetik dan vitamin.
“Saya tekankan setiap akan mengkonsumsi harus minta ijin dokter, meskipun sudah tertera aturannya. Mengingat 2/3 nya yang berangkat adalah lansia. Mudah-mudahan sehat semuanya. Tetapi berdasarkan pengalaman, obat itu tidak tersisa.”ungkapnya.
Ia berpesan ada tiga hal yang harus diperhatikan Jemaah, yaitu agar para Jemaah untuk menjaga kesehatan, jangan ngoyo. saling menjaga satu sama lain.
“Kalau memang sudah lelah ya istirahat. Karena sudah lelah bisa sholat di hotel. Jangan memaksakan diri harus bisa mengukur kekuatan diri sendiri. Kemudian saling menjaga dengan yang lain, peduli dengan teman sekamar, tetangga kamar atau teman lain kamar.”imbuhnya.
Selanjutnya Ia pun titipkan doa untuk bangsa Indonesia khususnya Kabupaten Sragen yang akan menghadapi pesta demokrasi besar pada tahun 2024 mendatang dapat berjalan lancar, aman, tertib dan sukses.(RLS)







