RILISJATENG.COM – Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati meminta agar masyarakat tidak perlu resah dan risau jika kemungkinan adanya perbedaan penetapan hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1444 Hijriyah.
Hal tersebut diungkapkan saat Ia mengikuti tarawih keliling di Masjid Al Huda dukuh Purwoasri desa Jurangjero Kecamatan Karangmalang Selasa malam (4/4/2023).
“Hari Lebaran diperkirakan tidak akan sama. Saya minta kepada seluruh masyarakat untuk menyikapi perbedaan itu dengan baik. Tidak usah dibuat ruwet. Walaupun salah satu organisasi masyarakat telah menetapkan hari Lebaran hal itu tidak perlu dibesar-besarkan. Yang ingin merayakan lebaran tanggal 21 April monggo. Dan yang ingin merayakan lebaran pada hari Sabtu tanggal 22 April juga kami persilahkan.”ujarnya.
Bupati yang akrab disapa mbak Yuni itu mengungkapkan jika dirinya sebagai Kepala Daerah akan mengikuti apa yang akan ditetapkan oleh Pemerintah tentunya dalam hal ini adalah menunggu pengumuman dari Kementrian Agama.
Selanjutnya Ia menekankan warga masyarakat agar menjaga situasi dan kondisi kamtibmas selama menjelang lebaran dengan menggalakkan siskamling untuk menjaga lingkungan sekitar.
Selain itu Bupati Yuni juga memberikan himbauan agar warga masyarakat mengikuti takbiran hanya melalui lingkungan masjid saja dan tidak berkeliling kampung.
Kemudian Bupati Yuni menambahkan jika sesaat lagi warga masyarakat Sragen akan kedatangan keluarganya yang akan mudik ke Sragen sehingga Ia pun berpesan dan mengajak keluarganya yang mudik dari perantauan untuk berbelanja di Sragen khususnya di Pasar Sukowati Sragen.
“Pesan ini berlaku juga termasuk ASN, saya mau buat edaran. Saya instruksikan THR akan dicairkan dengan perjanjian semua dibelanjakan di Sragen. Supaya pasar Sragen menjadi ramai. Sehingga ekonomi pun akan berputar di Sragen. Yang ingin saya tekankan adalah agar pasar tradisional kita tatap hidup dengan begitu akan meningkatkan perekonomian di Kabupaten Sragen.”tegasnya.(RLS)







