RILISJATENG.COM- Kwartir Cabang (Kwarcab) Sragen menggelar kegiatan Gladi Widya Wira Karya Bakti tahun 2023 yang dilaksanakan di Buni Perkemahan Kyai Srenggi Desa Dawung Kecamatan Sambirejo Kabupaten Sragen Minggu malam (25/6/2023).
Kegiatan yang disebut juga dengan nama GW Yasa Kwarcab tahun 2023 tersebut dihadiri 384 peserta yang berasal dari 24 Gugus Depan SMA/SMK/MA Negeri dan Swasta yang berada di wilayah kerja Kwarcab Sragen.
Acara digelar mulai tanggal 23-27 Juni 2023 diisi dengan berbagai kegiatan seperti kegiatan umum dan rutin. Kegiatan umum peserta mengikuti kegiatan upacara pembukaan dan penutupan serta upacara api unggun. Disamping itu peserta juga mengikuti ibadah, olahraga pagi, apel pagi dan sore sebagai kegiatan rutin setiap harinya.
Adapula kegiatan persaudaraan sebagai ajang untuk mempererat tali persaahabatan antar peserta yaitu Wiyasa Night, Wiyasa Camp, Wiyasa Fest, The biggest game, Sapa Kontingen serta kegiatan wawasan seperti Temu Tokoh , wawasan kepramukaan dan content creator.
Dalam kesempatan tersebut Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati selaku Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Sragen hadir dalam acara temu tokoh untuk memberikan motivasi agar para peserta dapat meneladani kisah sukses Bupati dalam memimpin bumi sukowati.
Ketua Kwarcab Kabupaten Sragen Suwardi mengatakan kegiatan Gladi Widya Wira Karya Sakti merupakan sebuah wadah pertemuan bagi pramuka penegak di wilayah Kwarcab Sragen untuk meningkatkan kualitas SDM, menambah pengalaman, ketrampilan dan wawasan.
“Selain sebagai ajang pertemuan dan silaturahmi juga menumbuhkan jiwa kepemimpinan yang sehat dan handal untuk menyongsong di era yang akan datang. Dalam menghadapi persaingan global peserta diberi pengetahuan, kecakapan ketrampilan agar mereka memiliki pengalaman dengan jiwa dan semangat persaingan dan berkompetisi.”terang Suwardi.
Sementara itu Bupati Yuni yang disapa oleh peserta dengan sebutan Kak Yuni itu mengatakan sangat mengapresiasi peserta dalam mengikuti kegiatan Gladi Widya Wira Karya Sakti.
Bupati mengatakan sebagai generasi Z dimana era teknologi telah memegang peranan yang sangat besar sehingga anak-anak ini mempunyai ciri-ciri khas yaitu pemalas.
“Kalian ini menhghabiskan minimal 3 jam dalam sehari untuk bermain gadget. Dimana semua kehidupan kalian ingin diekspos agar semua orang tahu serta mendapatkan feedback dari teman atau komunitasnya.”jelas Bupati.
Namun positidnya, Ia mengatakan dibalik rasa ingin tahu yang besar generasi Z mempunyai cita-cita yang sangat tinggi. Menjadi pekerja keras dalam hal tertentu.
“Seperti yang disampaikan Presiden Republik Indosnesia Joko Widodo bahwa kalian harus bersiap diri tahun 2045 merupakan generasi emas Indonesia karena angkatan generasi saat ini akan jauh lebih besar daripada angkatan tua. Siapakah itu? Ya kalian ini yang ada disini semua “ungkapnya.
Menurutnya dalam kehidupan ini, Ia meminta generasi muda harus mempunya visi kedepan untuk membangun bangsa ini.
Untuk itu, pemerintah sejak dini mempersiapkan generasi ini dari sekarang dengan memulai pendidikan karakter bangsa khususnya mulai dari anak-anak. Pendidikan karakter yang paling tepat adalah Pramuka.
“Jadi jika sekarang kalian mengikuti kegiatan Gladi Widya Wira Karya Sakti, saya mengapresiasi kepada kalian semua karena ikut kegiatan ini sudah sangat tepat. Menurut saya hal ini sudah sangat luar biasa.”ucapnya.
Kedepan, Ia mengingatkan jika kita semua akan menghadapi dunia tanpa batas. Angkatan kerja dari luar negeri masuk Indonesia dengan bebas. Generasi ini dituntut untuk bersaing dengan orang asing yang etos kerjanya akan sangat tinggi. Dengan begitu tidak ada kesempatan lagi untuk bermalas-malasan.
“Mudah-mudahan kalian ini merupakan generasi yang sangat tangguh yang bisa menghadapi apapun dihadapan kita. Untuk itu kalian harus mempunyai karakter yang baik.”harapnya.(RLS)







