Pemerintah Kabupaten (PEMKAB) Sragen bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam menyelenggarakan Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat melalui Penataan Akses Reforma Agraria sekaligus Pelepasan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UGM Tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (5/8/2025) di Balai Desa Dawung, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Sragen Sigit Pamungkas, Sekretaris Daerah Hargiyanto, sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Sekretaris Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat UGM Djarot Heru Santoso, serta unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (MUSPIKA) Kecamatan Sambirejo. Sebanyak 40 peserta mengikuti kegiatan ini, yang merupakan pelaku embrio usaha aneka keripik dan minuman kesehatan dalam bentuk bubuk.
Bupati Sragen Sigit Pamungkas dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada mahasiswa KKN UGM atas dedikasi dan kontribusi nyata yang telah diberikan kepada masyarakat Sragen.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap usaha yang telah dirintis masyarakat dapat terus berkembang, memiliki legalitas, dan berdampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan warga Desa Dawung,” ujarnya.
Selama menjalani masa KKN, Mahasiswa UGM telah melaksanakan berbagai kegiatan pengabdian yang bersinergi dengan Pemkab Sragen, salah satunya pengadaan bibit tanaman keras bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sragen di Desa Jambeyan dan Sukorejo. Kolaborasi lainnya dijalin bersama Dinas Sosial Kabupaten Sragen, dalam pelaksanaan program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) terhadap 17 rumah di Kecamatan Sambirejo
Dalam rangka pemberdayaan masyarakat, Pemkab Sragen melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertanahan, dan Tata Ruang (DISPERKIMTARU) menyerahkan 40 paket bantuan yang terdiri dari alat produksi dan packaging. Selain itu, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sragen turut memberikan sosialisasi terkait kebijakan perizinan berusaha bagi pelaku UMKM.
Sementara itu Kepala Disperkimtaru Kabupaten Sragen, Aris Wahyudi, menambahkan bahwa pelaksanaan reforma agraria diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa.
“Dengan penataan akses reforma agraria dan penyerahan bantuan alat, masyarakat diharapkan mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan. Selain itu, program RTLH juga diharapkan dapat mengurangi angka rumah tidak layak huni di Kecamatan Sambirejo,” jelas Aris.
Ditambahkannya tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan potensi ekonomi berbasis agraria seperti pertanian, perhutanan, dan pariwisata. Di samping itu, program ini bertujuan mengurangi angka kemiskinan dengan meningkatkan pendapatan dan akses masyarakat terhadap sumber daya, serta memperkuat ketahanan pangan melalui optimalisasi pemanfaatan lahan.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat pembangunan berbasis agraria, meningkatkan taraf hidup masyarakat, serta mempercepat tercapainya desa mandiri dan sejahtera di Kabupaten Sragen.(*)
